Life

Fly On

e7c23854032abf3d8955cdf0fbd2099b

Saya akan menandai kalender di tanggal hari ini, 30 Juli 2016, sebagai hari tibanya saya di Tanah Perjanjian setelah menghuni Padang Gurun yang mengerikan selama enam bulan. Saya harus merayakannya dengan pesta tujuh hari tujuh malam, minum bir sampai puas, panggil DJ-DJ ngetop, main petasan, kembang api, konfeti, tiup terompet sampe jontor, apa pun itu. Hari ini harus dirayakan.

Sayangnya, saya belum gajian. Saya tidak bisa melakukan semua tindakan hedonisme tersebut. Saya tak berkutik. Lupakan pesta tujuh hari tujuh malam, lupakan minum bir sampai puas, lupakan DJ-DJ ngetop, petasan, kembang api, konfeti, terompet…. Catatan mutasi rekening saya di web bank swasta terkenal se-jagad Indonesia cuma Bunga : 2474 rupiah.

Mungkin Anda penasaran, ada apa dengan hari ini dalam hidup saya. Kenapa saya memakai istilah ‘keluar dari padang gurun’ dan ‘masuk ke Tanah Perjanjian’. Kenapa saya harus membuat perayaan yang lebay.

Sesuai dengan judulnya, Fly On, saya baru saja terbang keluar dari penjara Azkaban—begitulah julukan yang tepat untuk perusahaan tempat saya bernaung 6 bulan terakhir ini. Saya dan teman saya sering mengeluarkan unek-unek dan membuat istilah nyeleneh untuk situasi yang kami alami. Kantor itu awalnya kami sebut Hogwarts dengan beberapa tokoh di dalamnya seperti Harry, Snape, Malfoy, Dementor, dan Voldemort. Seiring dengan berjalannya waktu, ada perubahan karakter pada tokoh Snape hingga akhirnya kami putuskan dia harus berganti menjadi Bellatrix. Lalu, Hogwarts kami rasa kurang pas untuk keadaan kantor itu, jadi kami menggantinya dengan Azkaban.
Selama berada di Azkaban, saya merasa agak gila. Depresi. Banyak hal buruk dan melelahkan, sampai-sampai napsu makan saya meledak dan berat badan saya meningkat (muncullah gelambir menggemaskan di leher dan gumpalan-gumpalan dosa di dekat ketek). Pernah suatu kali saya benar-benar hilang kesabaran, sampai rasanya saya ingin mencoret-coret tembok kamar dengan gerombolan umpatan kekinian, caci maki dan keluh kesah. Rasanya seperti mulai memunculkan benih akar pahit terhadap hidup saya sendiri, dan mulai menyalahkan Tuhan. Setiap malam agenda saya cuma menangis sampai tidur. Paginya, saya berangkat ke Azkaban dengan mata seperti habis disuntik botox. Orang-orang di Azkaban bertanya-tanya, ada apa dengan mata saya sampai bengkak, saya cuma menjawab setengah acuh : ‘ngantuk, kurang tidur’.

Lalu, entah bagaimana, semua itu perlahan berangsur membaik. Serius. Saya bahkan tidak aware kapan mulai membaik. Saya mencoba menjalani semuanya dengan…ehem…ikhlas. Susah sekali ikhlas. Tapi karena saya melakukan rutinitas seperti mahkluk hidup lainnya, mau-tak mau, semua itu harus saya lalui.

Mungkin ada banyak orang yang mendoakan saya, ada banyak teman yang diam-diam nowel-nowel lengan Tuhan dan merengek supaya saya dibebaskan dari belenggu ini. Saya membuat rencana, tapi Tuhan jugalah yang berkehendak. Sebelum libur lebaran, di kondisi stress lanjutan karena kelelahan dan kekesalan akibat aktivitas menumpuk, Tuhan mulai buka jalan. Tuhan memberikan beberapa solusi yang segera saya sambut dengan antusias. Ada dua perusahaan yang menginginkan saya hijrah ke kantor mereka. Karena hasilnya sudah positif, saya segera mengajukan surat cinta ke HRD Azkaban, lalu semuanya dipermudah, diperlancar… Mungkin mereka juga sudah muak menggaji saya.

Singkat cerita, hari ini—malam ini, saya merdeka!

Masih ada beberapa hal yang saya cemaskan, ada hal yang mengganjal terkait urusan dengan Azkaban, tapi saya percaya, Tuhan pasti tolong saya. Ada banyak harapan untuk hari-hari mendatang, tapi setidaknya saya merasa lebih positif karena sudah tidak mendekam lagi di Azkaban bersama beberapa tukang sihir.

Seperti lirik Fly On yang dinyanyikan Coldplay, fly on, ride through… saya juga kurang ngerti maksud lagu ini apa, tapi bagus kok.

Intinya, setelah ini, saya akan terbang ke tempat yang baru, semoga di tempat yang baru, kehidupan saya menjadi lebih positif, saya berteman dengan orang-orang baik, tidak ada penyihir, tidak ada kurungan ala Azkaban, hidup lebih sejahtera dan diberkati. Amin.

Untuk siapa pun yang sudah mendoakan saya, terimakasih ya, Tuhan akan membalas kebaikan hati kalian. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s