Drama

Defendant

Defendant adalah K-Drama selanjutnya yang bikin saya teriak ‘Wow! Ini drama keren!’ setelah Ghost. Ceritanya masih seputar kasus, misteri, kriminalitas, pembunuhan, penyelidikan, kali ini ditambah aroma persidangan yang melibatkan jaksa, pembela dan pengacara. Kayaknya hal-hal yang saya sukai ga jauh-jauh dari misteri. Dan setelah menonton drama ini, mantep deh saya naekin peringkat thriller sebagai genre favorit nomer satu saya di acara drama-dramaan. Karena sebelumnya saya uji coba dengan romance-comedy dan hasilnya nihil—cuma bertahan di episode satu—kecuali aktornya Cho Jong Suk ato So Ji Sub.

Defendant adalah drama pertama saya dengan Jisung. Kill Me Heal Me adalah salah satu drama Jisung yang belum berhasil bikin saya bergerilya ngorek-ngorek Google demi link donlotannya. Drama itu bahkan ditayangkan di televisi dan saya nyerah dalam waktu yang singkat. Entah karena efek dubbing yang aneh atau beberapa adegan yang dipotong-potong, atau memang bukan ‘panggilan’ saya meskipun bertema psikologi. Yang jelas, waktu lihat Jisung di drama itu, saya agak ilfil. Hahahaha.

Tapi, Defendant adalah pengecualian. Dosa keilfilan saya terhadap Jisung akhirnya terbayar setelah saya begitu amazed dengan aktingnya di episode 2. Dalam sehari, dengan cukup menyesal saya mengakui hanya menghabiskan dua episode. Semua ini karena masalah teknis. Saya cuma donlot 2 episode karena sungkan dengan teman-teman kantor. Besok mungkin saya akan bertindak barbar dengan donlot sepuluh episode sekaligus. Kalo perlu, sampe tamat deh!

Sebegitu niatnya?

Iya. Episode 1 bikin saya penasaran kenapa begini kenapa begitu. Episode 2, semakin bikin saya penasaran dengan si ini-inu-anu-entu. Belum lagi ada Oppa berkharisma yang berusaha membantu karakter yang diperankan Jisung di drama itu. Saya sampai harus replay berkali-kali di bagian tertentu demi mengagumi wajah adonis si Oppa Berkharisma.

Ceritanya cukup menarik, tentang Jeong Woo—seorang jaksa dengan semangat berkobar—mengalami beberapa kejadian penting yang ternyata saling berkaitan nantinya. Awalnya dia menangani kasus pembunuhan di villa pebisnis. Tersangka pembunuhan kemudian dikabarkan mencoba melakukan bunuh diri, namun saudara kembar si tersangka turut membuat Jeong Woo curiga karena gerak-geriknya yang janggal. Si Tersangka yang sempat sadar dari koma, mengatakan kata kunci kasus ini pada Jeong Woo, namun keburu meninggal karena lukanya yang parah. Tim produksi mungkin suka bikin cerita yang rumit namun tetap bisa dicerna manusia—bukan yang berlebihan, maksa dan cuma ibu-ibu pecinta sinetron yang bisa menebak alur cerita secara keseluruhan—tanpa menghilangkan esensi misteri yang bikin manusia (bukan ibu-ibu pecinta sinetron) penasaran. Jeong Woo tak luput dari derita yang membuatnya a bit lost dengan kasus itu dan juga dirinya sendiri. Jeong Woo mengalami hilang ingatan aneh setelah (dituduh) melakukan pembunuhan terhadap istri dan anaknya. Dia sendiri lupa dengan kejadian pembunuhan itu, gimana dengan warga kejaksaan, rekan-rekan kerjanya, lawan pembela di pengadilan sebelumnya, dan bahkan saya, bisa tau bagaimana, kenapa dan siapa yang melakukan pembunuhan itu? (Siapa, karena mungkin pola kasusnya mirip dengan kasus si kembar).

Kembali ke akting Jisung. Saya bener-bener tepuk tangan waktu lihat dia frustasi di penjara, pegangan sama Si Oppa Berkharisma. Totalitas banget deh! Sampe memble-memble nelangsa gitu. Dan setelah dilihat-lihat, Jisung rada mirip dengan Jakson Wang-nya GOT7.

Selain Oppa Berkharisma, ada Kwon Yuri dari SNSD yang juga memerankan salah satu karakter di drama ini. Karakter Yuri juga lumayan unik dengan background history yang humanable dan nggak nyangka ternyata punya koneksi dengan kehidupan Jeong Woo. Aktingnya juga oke, ditunjang dengan penampilan dan sifat yang bakalan bikin drama ini nggak tegang senantiasa.

Overall, dua episode awal berhasil membuat saya puas sekaligus penasaran dengan kelanjutannya. Puas, karena susah banget mencari drama yang not so typical—yang aktor utamanya jago kibas-kibas jas sambil ngedipin mata ke cewek-cewek dan nyetir mobil built up di jalan barengan mobil-mobil culun atau tuan muda-tuan muda angkuh—yang nggak ngebosenin, yang bikin mikir, dan ditunjang dengan akting yang super. Momen antar scene juga diracik keren oleh para kru, mungkin akan terasa membingungkan, tapi ujung-ujungnya akan ketemu dan akhirnya kita cuma bisa bergumam : oh begitu, wow.

Demikian curhatan saya seputar Defendant. Drama ini sudah tamat di episode 18 dan digantikan drama baru berjudul Whisper yang diperankan oleh istri Jisung. Saya harus ngucapin terimakasih ke teman yang merekomendasikan drama ini dan…… tentu saja mengunduh episode-episode selanjutnya. Kekeke~~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s