Book, Valacirca

Valacirca – 2 : Si Cover Elegan

Awal mulanya seperti drama. Matanya tau-tau bertemu pandang dengan cover putih nan elegan—mirip sampul buku-buku psikologi yang dioplos ilmu kedokteran. Amazed moment dengan Disruption-nya Rhenald Kasali beberapa menit yang lalu segera terlupakan. Benda ini membuat matanya berbinar.

Continue reading “Valacirca – 2 : Si Cover Elegan”

Advertisements
Book, Life, Mind-ology, Valacirca

Valacirca – 1 : Kitab Jurus Kungfu

Dulu menghujat, sekarang mencinta. Dulu tidak yakin—quality of local untuk non teenlit bagaikan kitab jurus kungfu yang ditulis dengan bahasa hieroglif, diwariskan dalam keadaan lusuh dan lepek, tengiknya minta ampun—sekarang super yakin. Maklum, jaman dulu jiwa masih muda, ilmu masih ala kadarnya, otak lagi malas-malasnya mikir selain gimana menarik perhatian gebetan.

Continue reading “Valacirca – 1 : Kitab Jurus Kungfu”

Book

​Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage

It’s my first time read a novel by Haruki Murakami. I’m a kind of human who magically interested in some works of Japanese writers though countless time I felt annoyed after read their books—because there’s no such happy ending inside their minds, maybe, or the essence of an art is basically another way to express a sadness, I don’t know. They create some manuscripts with a promising beginning and unanswerable ending yet I find it beautiful and unique. So… here I am. Trying to make a review about a beautiful one from Murakami sensei.

Continue reading “​Colorless Tsukuru Tazaki and His Years of Pilgrimage”

Book

The Rosie Project – When Science Can’t Hold Feelings

I’m a bibliophile, especially novels. Sometimes I read fantasies, mysteries, but I also attached to romances. One day, I found about The Rosie Project—which the author, Graeme Simsion, was a special guest at a writer festival in Bali. I wasn’t there but quite Continue reading “The Rosie Project – When Science Can’t Hold Feelings”

Book, Mind-ology

Petir

Ini kali pertama saya menulis resensi buku di blog–atau mungkin sudah pernah sebelumnya tapi saya lupa?

Dan… sebetulnya, nggak bisa disebut resensi juga karena semua ini hanya opini saya pribadi yang saya tuliskan tanpa peduli dengan kaidah penulisan resensi ala orang-orang keren di blog lain. Saya bahkan lupa gimana kaidah penulisan resensi versi pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dulu… Pokoknya saya mau nulis kesan-kesan saya selama membaca sebuah buku. Titik.

Continue reading “Petir”