Book, Life, Mind-ology, Valacirca

Valacirca – 1 : Kitab Jurus Kungfu

Dulu menghujat, sekarang mencinta. Dulu tidak yakin—quality of local untuk non teenlit bagaikan kitab jurus kungfu yang ditulis dengan bahasa hieroglif, diwariskan dalam keadaan lusuh dan lepek, tengiknya minta ampun—sekarang super yakin. Maklum, jaman dulu jiwa masih muda, ilmu masih ala kadarnya, otak lagi malas-malasnya mikir selain gimana menarik perhatian gebetan.

Continue reading “Valacirca – 1 : Kitab Jurus Kungfu”

Life

The Hardest Part of Belonging is Losing

Seharusnya saya memikirkan kata-kata dan tulisan indah untuk postingan lain, tentang teman saya, Si Pengendali Udara, yang sebentar lagi akan lamaran. Karena sudah waktunya dia diberi ‘jatah’ kata-kata sanjungan karena dua ekor yang lain sudah kenyang termehek-mehek (kata mereka sih begitu! Oh, si Jojos juga belum!). Continue reading “The Hardest Part of Belonging is Losing”