Book, Life, Mind-ology, Valacirca

Valacirca – 1 : Kitab Jurus Kungfu

Dulu menghujat, sekarang mencinta. Dulu tidak yakin—quality of local untuk non teenlit bagaikan kitab jurus kungfu yang ditulis dengan bahasa hieroglif, diwariskan dalam keadaan lusuh dan lepek, tengiknya minta ampun—sekarang super yakin. Maklum, jaman dulu jiwa masih muda, ilmu masih ala kadarnya, otak lagi malas-malasnya mikir selain gimana menarik perhatian gebetan.

Continue reading “Valacirca – 1 : Kitab Jurus Kungfu”

Life

The Hardest Part of Belonging is Losing

Seharusnya saya memikirkan kata-kata dan tulisan indah untuk postingan lain, tentang teman saya, Si Pengendali Udara, yang sebentar lagi akan lamaran. Karena sudah waktunya dia diberi ‘jatah’ kata-kata sanjungan karena dua ekor yang lain sudah kenyang termehek-mehek (kata mereka sih begitu! Oh, si Jojos juga belum!). Continue reading “The Hardest Part of Belonging is Losing”

Life

Reborn

Halo!

Pasti kalian sudah berekspektasi : dia bakal bilang : ‘Halo, sudah lama saya tidak eksis di sini. Maaf, sibuk. Tapi akhirnya saya kembali kan?’. Sesuai imajinasi kalian, saya memang akan mengatakan itu tapi dengan format yang beda. Ehem.

Halo! Sudah lama saya tidak eksis di sini. Beneran sibuk. Tapi syukurlah, kehadiran saya kembali ke dunia wp bukan ditandai dengan adanya blog baru. Saya sudah tobat dari koleksi blog nganggur koplong yang cuma disinggahi kalo lagi nggak sibuk dan ditinggali dengan blok baru kalo lagi nggak sibuk setelah berabad-abad vakum.

Yang baru dari sini cuma…. theme-nya. Saya bosan dengan hitam-hitam gak jelas itu. Tapi yang ini juga agak nggak jelas.

Continue reading “Reborn”