Friendship

Manusia adalah mahkluk sosial. Manusia yang paling individualis pun membutuhkan orang lain untuk bisa dikatakan individualis. Manusia yang merasa dirinya hebat pun membutuhkan orang lain sebagai perbandingan. Pada intinya, manusia tidak bisa hidup sendiri meskipun hanya dirinyalah yang menghidupi dirinya sendiri—a bit confusing, yes.


Sebagai anak tunggal, saya sudah kenyang dikasihani dan dipuja orang-orang karena ketunggalan ini. Ada beberapa orang yang merasa menjadi anak tunggal adalah sesuatu yang mendekati tragedi, padahal nyatanya nggak semenakutkan itu. Tapi ada juga orang-orang yang merasa menjadi anak tunggal adalah sesuatu yang luar biasa agung mulia hebat amazing wonderful—karena mereka yakin, harta dan kekayaan orang tua akan sepenuhnya diwariskan ke si anak tunggal. Ada benarnya, tapi warisan yang terpenting adalah kasih sayang sepenuhnya dan seutuhnya.

Jadi, ketika mereka memperlakukan saya seperti dua kutub yang berlawanan, saya hanya nyengir kuda. Pada intinya, saya menikmati peran saya sebagai anak tunggal tanpa harus mengasihani diri karena sering dianggap kesepian. I don’t have any brother nor sister, kenapa saya harus kasihan pada diri sendiri? Kenapa saya harus merasa kesepian? Lain cerita kalau awalnya saya punya dan kemudian saya ngga punya. Kebiasaan sejak awal tentu menjadi terganggu karena perubahan situasi dan kondisi. Nah, ini, sejak awal sudah nggak punya, sampe selanjutnya juga gak punya. Nggak ada yang berubah. Apanya yang harus dikasihani?

Selain itu, saya nggak punya alasan untuk merasa kesepian karena saya dipertemukan dengan teman-teman yang more like sisterhood. Saya berteman dengan Jos, yang sudah saya anggap seperti saudara kandung sendiri karena sama-sama sendiri. Dia juga menjalani peran sebagai anak tunggal yang nasib percintaannya juga nggak beda jauh sama saya. We talk many things everyday via aplikasi chat, mulai dari yang penting sampai yang nggak penting. Mulai dari sejarah kelam kerajaan Inggris, sampai diskusi permasalahan gimana cara Ratu Elizabeth menggaruk ketiaknya ketika beliau merasa gatal. Mulai dari gantengnya aktor-aktor Hollywood sampai ke ketidakpedulian kami pada usia dan status pernikahan mereka yang bisa dijadiin daftar pustaka. Mulai dari review Pride and Prejudice, The Other Boleyn Girl, sampai ke parodi Games of Thrones yang dilakoni Coldplay. Mulai dari Oprah, sampai ke carpool karaoke-nya James Corden. Mulai dari Samyang, sampai Indomie Ayam Bawang. Mulai dari mimpi ketemu cowok ganteng sampai ke mimpi masak mie. I think, those are what sisters do. Kakak dan adik memang biasanya mengobrol setiap hari dari yang penting sampai yang nggak penting. Di situlah saya merasa ada bond yang kuat antara saya dengan Jos. Saya bersyukur karena bisa bertemu dan mengenal dia. Saya berharap hari-hari selanjutnya, bahkan sampai kami punya kehidupan rumah tangga masing-masing—sampai kami pindah dunia pun dia tetap menjadi saudara saya dan saya menjadi saudaranya. Kalau saya Elizabeth Bennet, maka dia adalah Jane Bennet. Kalau dia adalah Elizabeth Bennet, maka saya adalah Jane Bennet.

Lalu, saya juga berteman dengan Sule. Terlalu banyak cerita dengan bocah kuat ini. Kadang-kadang dia nyebelin, tapi kadang-kadang ngangenin. Saudara perempuan saya bertambah satu lagi.

Kemudian, saya juga membuat grup pertemanan dengan tiga orang lainnya. Kami menamakan grup itu dengan sebutan ‘Grup Kuda’. Kami saling membully, saling memberi support, saling menghina dan saling menguatkan. Grup komplit yang amazingly terbentuk dari 4 orang dengan sifat yang ababil labil tapi menyenangkan. Hingga detik ini, kami belum bisa go public karena takut menyakiti hati beberapa pihak. Percayalah, kami sudah sering membahas masalah ini, merasa seolah-olah Grup Kuda adalah kumpulan selingkuhan dari pasangan lain. Pasangan yang saya maksud di sini adalah pasangan pertemanan.

Terakhir, saya juga membentuk grup dengan 11 wanita yang luar biasah. Kami bertemu di kampus, berkenalan, sering makan bareng, sering satu kelompok bareng, sering kerja tugas bareng, sering belajar bareng, sering jalan-jalan bareng, sering have fun bareng, sering nginep bareng, sering tidur bareng, pokoknya serba bareng-bareng deh! Ada yang bijak, ada yang kekanakan, ada yang ngambekan, ada yang hiperaktif, ada yang cuek, ada yang sabar, ada yang suka mengalah, ada yang rajin, ada yang kalem, ada yang cebol, ada yang suka galau… semuanya berkumpul dalam 1 grup yang diberi judul : Tralala Trilili. Kapan resminya grup ini dibentuk? Saya lupa. Tau-tau pada ngumpul jadi satu kayak potongan-potongan ikan tuna di kaleng sarden. Kadang-kadang bentrok—ribut karena selisih pendapat, kadang-kadang kompak karena drama Korea (kami berhutang budi pada drama Korea dan the handsome oppas yang menyatukan kami sedemikian indahnya). Kalau ada yang nikah, yang laen langsung pada kepo mau bantu hias di acara Bridal Shower. Lalu, si calon pengantin pun akan disiksa abis-abisan pakai lipstick, spidol dan mascara murahan. Tapi di balik kejahatan itu, kami menyediakan kado istimewa dan doa tulus untuk kebahagiaan teman kami.

So, menjadi anak tunggal atau bukan anak tunggal adalah berkah, tapi memiliki teman-teman yang sudah seperti saudara sendiri adalah ANUGRAH. Nggak semua orang bisa mendapatkan keistimewaan ini. Nggak semua orang mendapat kesempatan memiliki teman dan nggak semua orang mendapat kesempatan hebat memiliki teman-teman yang hebat. Kalau kalian belum punya teman, berdoalah supaya Tuhan memberikan teman-teman yang baik. Kalau kalian merasa teman kalian bukan teman yang baik, berdoalah supaya Tuhan mengubah hati mereka supaya mereka menjadi baik.

Be not deceived. Evil communications corrupt good manners.