Noodle

I am a die hard fan of noodle.

Khususnya Indomie Goreng. Salah satu hal yang buat saya bangga jadi orang Indonesia adalah ini. Entah siapa penciptanya, saya merasa harus berterimakasih dengan sembah sujud karena ciptaannya yang luar biasah dan revolusioner intelijen cemerlang rupawan nikmat dan sebagainya. Sejak kecil, saya sudah dikenalkan dengan benda ini. Sejak kecil, saya rutin mengonsumsi benda ini.

indomie-goreng-spesial-jumbo_text

Sejak kecil, ada something yang bikin saraf-saraf di dalam tubuh saya aware ketika mencium aromanya yang sudah matang. Sampai sekarang, saya masih merasakannya dan terkadang terasa hampa sekali hidup ini kalau seminggu tidak menyantapnya.

indomie-goreng

Selain Indomie Goreng, saya juga ngga bisa tahan godaan dengan Fettuccine. Mau Alfredo, Aglio Olio, ato Carbonara…. pokoknya yang creamy-creamy, saya khilaf. Padahal waktu masih kecil, saya anti sama keju. Kalo mau ngemil, cokelat nomor satu. Tapi suatu hari, ketika saya sudah diekspor ke Jawa Timur, selera makan saya perlahan berubah. Saya jadi carving for cheese. Lagi pilek, saya nekad pesan Carbonara di Carpentier. Yakin banget kalo benda itu bisa bikin pilek saya sempurna. Yakin banget kalo indera perasa saya bisa merasakan kenikmatan benda itu. And I was right! Sejak itu, saya jadi pecinta creamy-creamy thing dengan fettuccine. Sungguh aneh.

 

*Indomie images were taken from its website and fettuccines were taken from Allrecipes.com*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s